Senin, 16 Mei 2016

GENERASI PEMBACA STATUS



GENERASI PEMBACA STATUS
Siapa bilang anak muda sekarang tidak hoby membaca, justru mayoritas menjadi pembaca aktif. Sejak semakin berkembangnya teknologi terutama dibidang internet, banyak bermunculan media-media social seperti : Facebook, Twitter, Instgram, BBM, dan sebagainya. Seketika merubah gaya hidup ber-social sebagian besar anak muda, mulanya anak muda lebih aktif berinteraksi secara real. Semenjak ada media social interaksi berpindah ke dunia maya. Dan media yang digunakan untuk berinteraksi adalah menulis dan membaca. Bahkan menurut mereka interaksi dimedia social lebih mengasyikkan ketimbang didunia nyata. Jadi maksud judul diatas bukanlah generasi pembaca buku-buku tebal, akan tetapi generasi pembaca status-status orang yang ada dimedia social.
Akibat terlalu sering membaca status orang, anak muda sekarang mayoritas mempunyai hoby menulis. Menulis status yang tidak jelas maksudnya, menulis komentar yang tidak didasari pengetahuan. Sebagian anak muda tidak lagi mempunyai waktu untuk membaca buku yang tebal-tebal, walaupun sama-sama membaca. Yang satu berupa status dan yang satunya lagi berupa kata kata panjang yang sampai ratusan lembar. Padahal melalui buku-buku kita bisa mendapatkan pengetahuan, yang menentukan bagaimana cara kita berfikir. Melalui buku-buku jugalah kita bisa menulis dan memberi komentar yang didasari ilmu pengetahuan dan bukan hanya suara hati yang seenaknya saja.
Akibat mempunyai hobi membaca dan menulis status, berpengaruh pada kehidupan nyata. Sebagian besar orang mempunyai kecendrungan baru : mengomentari hidup orang lain. Memicu persoalan antar individu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok, dan sudah banyak terjadi. Gara-gara status dan komentar menyebabkan  seseorang bisa berurusan dengan hukum bahkan bisa membuat nyawa terancam. Dan satu lagi, ini yang unik yaitu ketika seseorang membuat status sinis  mungkin ditujukan pada seseorang tapi yang merasa disinisi banyak, yang menulis salah dan yang membaca juga salah. Ini terjadi karena membaca dan menulis status tanpa didasari pengetahuan.
Untuk diri saya sendiri dan kita semua, dizaman yang penuh dengan tantangan sekarang ini. Lama lama sikap dan moral mulai terkikis. Salah satu pintu untuk belajar adalah membaca. Mengambil ilmu dan kebijaksanaan dari buku dan tokoh yang dibaca, lalu mengamalkannya. Ini tantangan, terutama bagi anak muda zaman sekarang. Kalau dahulu belum ada internet, hp, dan belum banyak kendaraan roda dua. Menjadikan aktifitas anak muda dahulu tak lepas dari kegiatan yang bermanfaat seperti membaca, menulis dan berorganisasi. Semoga anak muda zaman sekarang mampu melewati dan menjadikan tantangan zaman sebagai motifasi agar terus berkarya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar