GENERASI PEMBACA STATUS
Siapa bilang anak
muda sekarang tidak hoby membaca, justru mayoritas menjadi pembaca aktif. Sejak
semakin berkembangnya teknologi terutama dibidang internet, banyak bermunculan
media-media social seperti : Facebook, Twitter, Instgram, BBM, dan sebagainya.
Seketika merubah gaya hidup ber-social sebagian besar anak muda, mulanya anak
muda lebih aktif berinteraksi secara real. Semenjak ada media social interaksi
berpindah ke dunia maya. Dan media yang digunakan untuk berinteraksi adalah
menulis dan membaca. Bahkan menurut mereka interaksi dimedia social lebih mengasyikkan
ketimbang didunia nyata. Jadi maksud judul diatas bukanlah generasi pembaca
buku-buku tebal, akan tetapi generasi pembaca status-status orang yang ada
dimedia social.
Akibat terlalu sering
membaca status orang, anak muda sekarang mayoritas mempunyai hoby menulis.
Menulis status yang tidak jelas maksudnya, menulis komentar yang tidak didasari
pengetahuan. Sebagian anak muda tidak lagi mempunyai waktu untuk membaca buku
yang tebal-tebal, walaupun sama-sama membaca. Yang satu berupa status dan yang
satunya lagi berupa kata kata panjang yang sampai ratusan lembar. Padahal
melalui buku-buku kita bisa mendapatkan pengetahuan, yang menentukan bagaimana
cara kita berfikir. Melalui buku-buku jugalah kita bisa menulis dan memberi
komentar yang didasari ilmu pengetahuan dan bukan hanya suara hati yang
seenaknya saja.
Akibat mempunyai hobi
membaca dan menulis status, berpengaruh pada kehidupan nyata. Sebagian besar
orang mempunyai kecendrungan baru : mengomentari hidup orang lain. Memicu
persoalan antar individu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok, dan
sudah banyak terjadi. Gara-gara status dan komentar menyebabkan seseorang bisa berurusan dengan hukum bahkan
bisa membuat nyawa terancam. Dan satu lagi, ini yang unik yaitu ketika
seseorang membuat status sinis mungkin
ditujukan pada seseorang tapi yang merasa disinisi banyak, yang menulis salah
dan yang membaca juga salah. Ini terjadi karena membaca dan menulis status
tanpa didasari pengetahuan.
Untuk diri saya
sendiri dan kita semua, dizaman yang penuh dengan tantangan sekarang ini. Lama
lama sikap dan moral mulai terkikis. Salah satu pintu untuk belajar adalah
membaca. Mengambil ilmu dan kebijaksanaan dari buku dan tokoh yang dibaca, lalu
mengamalkannya. Ini tantangan, terutama bagi anak muda zaman sekarang. Kalau
dahulu belum ada internet, hp, dan belum banyak kendaraan roda dua. Menjadikan
aktifitas anak muda dahulu tak lepas dari kegiatan yang bermanfaat seperti
membaca, menulis dan berorganisasi. Semoga anak muda zaman sekarang mampu
melewati dan menjadikan tantangan zaman sebagai motifasi agar terus berkarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar