Kamis, 25 Agustus 2016

SALAHKAH BERBEDA PANDANGAN ?



Akhir-akhir ini isu kenaikan harga rokok begitu ramai menyita perhatian semua kalangan. Ada yang pro dan ada yang kontra. Disini saya memposisikan diri sebagai orang yang ingin berfikir adil. Dari kalangan yang setuju harga rokok naik sangat gencar mensosialisasikan bahaya rokok, entah itu dari sudut pandang agama, kesehatan dan lain-lain. Dari kalangan yang tidak setuju mulai menghadirkan data-data dampak  apabila harga rokok dinaikan. Mulai dari menambah angka pengangguran sampai mengurangi pendapatan Negara.
Secara pribadi saya sangat setuju apabila harga rokok dinaikan karena harus diakui bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa menaikan harga rokok pasti berdampak pada ekonomi, khususnya lapangan pekerjaan. Ya, kita hanya menunggu kebijaksanaan pemerintah. Memprioritaskan kesehatan atau per-ekonomi-an.
Saya tidak ingin menentang tentang rokok itu haram atau tidak, karena kata teman saya itu sangatlah sensitive. Disini saya ingin membandingkan bahaya asap rokok dan asap knalpot pada kendaraan roda dua dan empat. Sekali saya tegaskan, bahwa saya mendukung harga rokok naik. Tapi dilain sisi saya ingin mengkritisi ( bolehkan mengkritik? ) sikap mayarakat yang menganggap perokok itu adalah pendosa besar , tidak sayang diri sendiri dan keluarga . Banyak kok orang-orang hebat yang perokok, Soekarno, Chairil Anwar, Pram dan lain-lain. Tapi tidak adil rasanya jika kita men-judge mereka ini seperti yang tadi disampaikan. Bagaimana dengan asap knalpot? Mengapa tidak ada yang menuntut dinaikannya harga kendaraan berbahan bakar minyak? Padahalkan menghasilkan asap yang kadar racunnya serupa rokok. Ok sekali lagi saya tegaskan, saya mendukung harga rokok naik. Kenapa saya berulang kali menegaskannya. Karena sebagian menuduh saya menentang kenaikan harga rokok dan mencari pembenaran atasnya.  Kembali ke knalpot, disaat banyak orang mengkampanyekan anti asap rokok kenapa hanya sebagian kecil yang mengkampanyekan anti asap knalpot? Ok karena kendaraan merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan. Tapi rasanya tidak adil jika kita anti terhadap satu hal padahal ada sesuatu yang serupa yang tak kalah pentingnya disorot, terutama perihal kesehatan.  
Sebenarnya saya ingin membandingkan tentang fatwa haram rokok dengan asap knalpot. Tingkat bahayanya yang sama, mungkin lebih bahaya asap knalpot karena harus diakui kita lebih sering menghirup asap knalpot dari pada asap rokok. Tapi kata teman saya, masalah agama adalah masalah yang sensitive. Tabu untuk diperbincangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar