Senin, 22 Februari 2016

SEJARAH SINGKAT PARIAMAN



Pariaman adalah sebuah daerah yang ada di Sumatra Barat, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Awalnya Kota Pariaman merupakan bagian dari Kabupaten Padang Pariaman, lalu pada tahun 2002 Kota Pariaman memisahkan diri dari Kabupaten Padang Pariaman secara Administratif Pemerintahan. Pariaman dikenal sebagai kota dagang dan awal masuknya Islam ke Minangkabau. Menurut Suryadi sebelum orang Eropa datang kekawasan rantau Pariaman , kota kota pelabuhan seperti Tiku dan Pariaman ramai dikunjungi pelaut pelaut dari Arab, Cina dan Gujarat. Dipelabuhan ini komoditi dagang dari pedalaman Minangkabau seperti emas dan hasil alam lainnya ditumpuk sebelum dikapalkan kepelabuhan lain. Mengenai masuknya Islam di Minangkabau Hamka mengatakan bahwa berdasarkan berita dari China pada tahun 684 Masehi sudah didapati suatu kelompok masyarakat Arab di Minangkabau. Hal ini berarti 42 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, orang Arab sudah mempunyai perkampungan di Minangkabau dan daerah yang dimaksud Hamka adalah Pariaman. Diduga selain berdagang orang orang Arab berperan sebagai penyebar agama Islam di Minangkabau.
Sebagai kota dagang tentunya Pariaman merupakan kota Multikutural dikarenakan daya tarik Pariaman sebagai Pelabuhan yang banyak didatangi oleh para pedagang dari seluruh dunia  seperti orang Arab, Gujarat, Jawa, dan Cina. Ini ditandai dengan masih adanya sampai sekarang perkampungan di Pariaman yang mencirikan etnis tertentu seperti : Kp Kaliang (Arab, India), Kp Jawa, dan Kp Cina. Dikarenakan ada suatu tragedy, Etnis Cina melakukan migrasi besar besaran dari Pariaman yang sebagian besar pindah ke Padang. Akibat dari Heterogennya masyarakat Pariaman menyebabkan adanya Akulturasi budaya, seperti munculnya Budaya Tabuik yang dibawa oleh orang Gujarat yang menjadi Budaya Khas Pariaman sampai sekarang. Ada juga kawin bajapuik yang menurut Amir Syarifudin Tj dibukunya “Minangkabau dari dinasti Iskandar Zulkarnain sampai Tuanku Imam Bonjol” antara Pariaman dan India memiliki kesamaan adat perkawinan yaitu pihak perempuan sama sama melamar dan membayar pihak laki laki agar terwujud perkawinan.
Sebagai orang awam kita pasti bertanya asal muasal nama Pariaman. Apakah diambil dari nama orang atau gelar tersendiri untuk suatu daerah. Menurut cerita masyarakat, Pariaman berarti ‘’Parit yang aman’’ atau pelabuhan yang aman. Kapal kapal yang singgah untuk berdagang di Bandar Bandar rantau Pariaman dapat dengan aman bertransaksi dagang (Bagindo Armaidi Tanjung, 2006;11). Ada juga pendapat lain dari Buya Hamka yang mengatakan bahwa, nama Pariaman sendiri berasal dari bahasa Arab “Barriaman” yang berarti daratan yang aman (Suryadi, 2004;92). Bagindo Armaidi Tanjung dibukunya “Kehidupan Banagari di Pariaman” mengatakan pada masa dahulu ketika nenek moyang orang Pariaman ingin bermigrasi dari daerah Darek ke daerah rantau, Datuak yang memimpin migrasi tersebut berucap “sia yang pai aman”, maka oleh pengikutnya pada waktu itu diberilah nama tempat yang mereka diami Paiaman atau Pariaman.
Banyaknya perbedaan pendapat semisal kapan pertama kali Islam masuk ke Minangkabau dan asal nama Pariaman tidak lain disebabkan karena budaya Minangkabau yang menganut Sejarah lisan seperti apa yang ada di Tambo atau kaba yang menurut Taufik Abdullah kebenaran yang ada di Tambo hanya 2 persen. Barulah setelah masuknya pengaruh Hindu – Budha, orang minangkabau mengenal tulisan.
Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi generasi muda. Maaf jika ada kekurangan dan kesalahan.