Pariaman
adalah sebuah daerah yang ada di Sumatra Barat, Kota Pariaman dan Kabupaten
Padang Pariaman. Awalnya Kota Pariaman merupakan bagian dari Kabupaten Padang
Pariaman, lalu pada tahun 2002 Kota Pariaman memisahkan diri dari Kabupaten
Padang Pariaman secara Administratif Pemerintahan. Pariaman dikenal sebagai
kota dagang dan awal masuknya Islam ke Minangkabau. Menurut Suryadi sebelum
orang Eropa datang kekawasan rantau Pariaman , kota kota pelabuhan seperti Tiku
dan Pariaman ramai dikunjungi pelaut pelaut dari Arab, Cina dan Gujarat.
Dipelabuhan ini komoditi dagang dari pedalaman Minangkabau seperti emas dan
hasil alam lainnya ditumpuk sebelum dikapalkan kepelabuhan lain. Mengenai masuknya
Islam di Minangkabau Hamka mengatakan bahwa berdasarkan berita dari China pada
tahun 684 Masehi sudah didapati suatu kelompok masyarakat Arab di Minangkabau.
Hal ini berarti 42 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, orang Arab sudah
mempunyai perkampungan di Minangkabau dan daerah yang dimaksud Hamka adalah
Pariaman. Diduga selain berdagang orang orang Arab berperan sebagai penyebar
agama Islam di Minangkabau.
Sebagai
kota dagang tentunya Pariaman merupakan kota Multikutural dikarenakan daya
tarik Pariaman sebagai Pelabuhan yang banyak didatangi oleh para pedagang dari
seluruh dunia seperti orang Arab,
Gujarat, Jawa, dan Cina. Ini ditandai dengan masih adanya sampai sekarang
perkampungan di Pariaman yang mencirikan etnis tertentu seperti : Kp Kaliang
(Arab, India), Kp Jawa, dan Kp Cina. Dikarenakan ada suatu tragedy, Etnis Cina
melakukan migrasi besar besaran dari Pariaman yang sebagian besar pindah ke
Padang. Akibat dari Heterogennya masyarakat Pariaman menyebabkan adanya
Akulturasi budaya, seperti munculnya Budaya Tabuik yang dibawa oleh orang Gujarat
yang menjadi Budaya Khas Pariaman sampai sekarang. Ada juga kawin bajapuik yang
menurut Amir Syarifudin Tj dibukunya “Minangkabau dari dinasti Iskandar
Zulkarnain sampai Tuanku Imam Bonjol” antara Pariaman dan India memiliki
kesamaan adat perkawinan yaitu pihak perempuan sama sama melamar dan membayar
pihak laki laki agar terwujud perkawinan.
Sebagai
orang awam kita pasti bertanya asal muasal nama Pariaman. Apakah diambil dari
nama orang atau gelar tersendiri untuk suatu daerah. Menurut cerita masyarakat,
Pariaman berarti ‘’Parit yang aman’’ atau pelabuhan yang aman. Kapal kapal yang
singgah untuk berdagang di Bandar Bandar rantau Pariaman dapat dengan aman
bertransaksi dagang (Bagindo Armaidi Tanjung, 2006;11). Ada juga pendapat lain
dari Buya Hamka yang mengatakan bahwa, nama Pariaman sendiri berasal dari
bahasa Arab “Barriaman” yang berarti daratan yang aman (Suryadi, 2004;92).
Bagindo Armaidi Tanjung dibukunya “Kehidupan Banagari di Pariaman” mengatakan
pada masa dahulu ketika nenek moyang orang Pariaman ingin bermigrasi dari
daerah Darek ke daerah rantau, Datuak yang memimpin migrasi tersebut berucap
“sia yang pai aman”, maka oleh pengikutnya pada waktu itu diberilah nama tempat
yang mereka diami Paiaman atau Pariaman.
Banyaknya
perbedaan pendapat semisal kapan pertama kali Islam masuk ke Minangkabau dan
asal nama Pariaman tidak lain disebabkan karena budaya Minangkabau yang
menganut Sejarah lisan seperti apa yang ada di Tambo atau kaba yang menurut
Taufik Abdullah kebenaran yang ada di Tambo hanya 2 persen. Barulah setelah
masuknya pengaruh Hindu – Budha, orang minangkabau mengenal tulisan.
Semoga
tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi generasi muda. Maaf jika ada kekurangan
dan kesalahan.